Rabu, 19 Desember 2012

macam-macam hewan amfibi

Amfibi berasal dari kata amphi dan bi yang berarti hidup di dua alam. Saat kecil, hewan amfibi hidup di air, dan saat dewasa, hewan ini hidup di luar air. Di luar air bukan berarti hewan ini hidup sepenuhnya di darat, tapi di tempat tempat yang berdekatan dengan air atau tempat tempat yang sangat lembab agar kulitnya tidak kering. Amfibi juga bernapas dengan kulitnya dan hanya kulit yang lembab yang bisa menyerap oksigen.  Amfibi terbagi menadi tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan ekor dan kakinya. Newt dan salamander memiliki ekor. Mereka digolongkan Urodela. Katak dan kodok, yang tidak berekor kecuali saat masih kecebong, masuk ke kelompok Anura. Caecilia, adalah kelompok amfibi yang tidak memiliki kaki dan ekor, sama seperti cacing dan masuk ke kelompok Apoda. Contoh Anura (tanpa ekor) adalah Kodok Pohon Eropa. Hidup di dekat daerah yang lembab. Contoh Urodela (dengan ekor) adalah Salamander Harimau, salah satu amfibi paling berwarna di Amerika. Contoh Apoda (tanpa kaki) adalah Caecilian cincin yang mirip sekali dengan cacing tebal yang besar.

Anatomi katak cukup aneh. Larvanya yang disebut kecebong, memiliki sistem pernapasan dengan insang. Sebagian besar spesies ini memiliki paru paru saat mencapai dewasa. Mereka juga memiliki trakea, faring dan paru paru mirip kantung, walaupun bernapas dengan kulit lebih penting daripada dengan paru paru. Jantungnya memiliki dua serambi dan satu bilik, dan memiliki sistem pencernaan maupun pengeluarannya sama dengan mamalia.
Amfibi bernapas dengan kulitnya yang lembut dan bersih, tanpa bulu, tanpa sisik. Kulit ini harus selalu dijaga agar tetap lembab karena kulit amfibi cenderung cepat mengering. Walaupun amfibi memiliki kelenjar lendir yang membantu menjaga kelembaban, amfibi harus tetap hidup di daerah lembab. Kulit amfibi melindungi amfibi dari predator dan memiliki kelenjar racun yang mengeluarkan zat yang menyebabkan rasa tidak nyaman bagi predator dan bahkan bisa beracun.

Kaki belakang amfibi biasanya memiliki otot dan jari panjang yang dihubungkan dengan selaput untuk membantu berenang. Walau begitu, ini tergantung juga pada habitatnya. Ada empat tipe kaki amfibi: tipe pelompat, tipe perenang, tipe penempel dan tipe penggali. Kaki katak dan kodok memiliki empat jari di tiap kaki depan, dan lima jari di tiap kaki belakang. Totalnya, ada 18 jari. Kodok air memiliki kaki berselaput, kodok pohon memiliki bantalan penghisap di ujung jari untuk menempel di permukaan vertikal, dan kodok penggali memiliki tonjolan tambahan di jari kaki belakangnya yang disebut tuberkula yang berfungsi untuk menggali.
Katak dan kodok seringkali dipandang sinonim atau dipandang dua jenis kelamin berbeda. Walau begitu, katak dan kodok sebenarnya berbeda. Katak memiliki kulit yang tidak mulus dan kaki yang pendek. Mereka adalah hewan darat. Kodok lebih kecil, kakinya berselaput dan hidup di air atau di pohon. Sebagai contoh adalah kodok Hyperolius tuberilinguis. Kodok ini memiliki kulit yang lembut dan mulus dengan warna yang kuat dan terang. Matanya memiliki pupil horisontal. Kakinya panjang dan teradaptasi untuk melompat. Selain itu juga memiliki jari yang berselaput untuk berenang. Sementara itu, katak merupakan hewan darat, bergerak lamban dan lebih lebar daripada kodok. Contohnya adalah katak biasa (Bufo bufo). Katak ini memiliki pupil yang umumnya horisontal tapi ada juga yang vertikal. Kulitnya tidak mulus, kasar, dan kering. Bahkan ada yang sangat tebal. Kakinya lebih pendek dan lebar daripada kodok dan teradaptasi untuk berjala. Baik katak maupun kodok bisa ‘bernyanyi’. Walau suaranya dihasilkan oleh pita suara, suara ini diperkuat lagi pada hewan yang jantan. Mereka punya kantung yang bisa mengembang di kedua sisi laring.
Makanan amfibi pada tahap larva adalah tanaman, sementara pada tahap dewasa, mereka memakan serangga serta hewan tak bertulang belakang lainnya, seperti ulat dan cacing. Katak memakan mangsanya dengan menjulurkan lidahnya yang panjang dengan cepat. Saat menelan, matanya tertarik ke dalam, lalu ditutup dan ditekan ke dalam, sehingga tekanan di dalam mulutnya bertambah & mangsa terdorong kedalam tenggorokan.

1 komentar:

  1. Terima kasih kakak atas informasinya, cukup membantu

    BalasHapus